Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali memburuk, dengan wilayah Kalimantan dan Sumatera menjadi pusat perhatian. Asap tebal yang menggantung di udara menyebabkan gangguan bagi aktivitas sehari-hari warga. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kepadatan asap membuat masyarakat kesulitan bernapas dan bergerak. Beberapa warga bahkan memilih untuk tetap di rumah untuk menghindari paparan udara yang tidak sehat.
Di Jambi, dampak kebakaran mulai terasa jelas. Masyarakat setempat memakai masker untuk melindungi diri dari partikel halus yang mengandung karbon hitam. Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kondisi serupa terjadi, meski belum terlalu parah. Pemerintah setempat sedang berupaya memantau titik api dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di tengah musim kemarau yang ekstrem, memperparah krisis air. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan peningkatan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Pemerintah dan organisasi lingkungan terus berupaya mengendalikan api dan meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat.



















