Kementerian Kehutanan mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Operasi ini dilakukan dalam upaya mengendalikan bencana yang telah berlangsung selama 48 hari. Personel yang dikerahkan meliputi petugas dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan organisasi masyarakat.
Selain upaya langsung pemadaman, pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat proses pemadaman. Teknik ini bertujuan mengurangi risiko penyebaran api dan mempercepat penyerapan air di area terbakar. Pemadaman terus dilakukan di berbagai titik di Kalimantan, dengan fokus pada area yang masih aktif terbakar.
Kebakaran hutan dan lahan terus mengancam wilayah Kalimantan, dengan luas lahan terbakar yang terus berkembang. Upaya penanganan membutuhkan koordinasi yang ketat antar instansi dan masyarakat setempat. Pemerintah terus memantau kondisi dan menyesuaikan strategi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat Kalimantan. Dengan penambahan personel dan teknik pemadaman, harapan untuk mengendalikan bencana semakin besar.























