Warga NTT memilih mengungsi mandiri setelah gempa mengguncang daerah tersebut. Meski pemerintah sedang mendata korban dan kewajiban kredit mereka, sejumlah warga tetap memilih bertahan di sekitar lahan dan tempat tinggal untuk menjaga pertanian dan ternak. Mereka khawatir kehilangan atau dicuri jika meninggalkan lahan.
Kondisi ini menyebabkan sebagian warga belum menerima bantuan di pengungsian resmi. Mereka masih membutuhkan kebutuhan dasar seperti selimut dan susu untuk bayi. Pemerintah juga sedang melakukan restrukturisasi kredit untuk UMKM yang terdampak.
Sementara itu, 56 SPBU di Pulau Flores kembali beroperasi 100 persen setelah gempa. Jumlah korban meninggal akibat bencana bertambah menjadi 83 orang. Pemulihan dan bantuan terus berlangsung di wilayah terdampak.


























