Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 53 orang. Sementara itu, 135 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan peningkatan dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 47 korban jiwa dan ratusan rumah rusak.

Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (SAR) serta personel kepolisian terus bergerak untuk menemukan korban yang masih hilang. Polri kembali mengirimkan tim SAR, anjing pelacak K9, dan bantuan logistik ke lokasi bencana. Pihak berwenang juga meminta penerapan kedaruratan layanan kesehatan untuk memastikan penanganan medis yang cepat dan efisien bagi korban luka.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa sekitar 180 personel dikerahkan dalam operasi hari kedua. Data korban luka masih dalam proses pendataan bersama pemerintah daerah dan BPBD. Kondisi di lokasi bencana masih membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.