Gubernur Papua Tengah mengimbau warga dan pegawai negeri sipil (ASN) untuk melakukan doa dan puasa massal pada 3 September sebagai upaya menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah tersebut. Imbauan ini diberikan dalam rangka meningkatkan kesiapan masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi.

Cuaca ekstrem yang dimaksud meliputi hujan deras, angin kencang, dan suhu tinggi yang dapat memicu berbagai dampak seperti banjir, longsor, atau kekeringan. Gubernur menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

Selain doa dan puasa, pihak setempat juga mempersiapkan langkah-langkah mitigasi seperti pemantauan cuaca terus-menerus dan siapkan fasilitas evakuasi. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait perubahan cuaca.

Pemerintah juga berharap kegiatan doa dan puasa ini dapat memberikan kekuatan mental dan spiritual bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.