Serangan militer Iran terhadap basis militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Jordan terjadi sebagai respons atas serangan AS yang menargetkan wilayah Iran. Menurut laporan, serangan ini menyebabkan kematian 4 tamu pernikahan dan 50 orang terluka. Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi melaporkan bahwa jumlah korban luka akibat serangan AS di wilayahnya meningkat menjadi 68 orang.

Pihak Iran menyatakan bahwa serangan AS terjadi dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk perdagangan minyak. Serangan balasan Iran melibatkan drone dan rudal, dengan target utama di Kuwait, Bahrain, dan Jordan. Pihak AS mengatakan bahwa serangan mereka dilakukan untuk menanggapi ancaman terhadap keamanan regional.

Konflik antara Iran dan AS semakin memanas dalam beberapa minggu terakhir, dengan pertukaran serangan yang semakin intens. Pihak Iran mengklaim bahwa serangan AS menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah mereka, sementara AS menegaskan bahwa serangan mereka bertujuan untuk melindungi keamanan negara. Konflik ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di wilayah Timur Tengah.