Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin memburuk, menurut pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia meminta pemerintah segera menangani situasi ini untuk mencegah dampak lebih luas. Kebakaran yang mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat telah memaksa pemerintah mengambil langkah darurat, termasuk mengerahkan 52 pesawat dari TNI AU untuk penanganan di enam provinsi, dengan 30 armada beroperasi di Kalimantan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa investigasi terkait penyebab karhutla telah dilakukan, dan sejumlah nama telah diamankan. Penyelidikan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengungkap akar masalah dan menindak pelaku. Di sisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Muti menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak tetap diutamakan keselamatan siswa.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengakui bahwa karhutla akan berdampak pada perekonomian Kalimantan. Ia menekankan perlunya penanggulangan serius untuk meminimalkan kerugian. Pemerintah terus berupaya memperkuat respons darurat dan mencegah penyebaran api yang bisa mengancam kehidupan masyarakat dan lingkungan.























