Asap dari kebakaran hutan (karhutla) terus mengganggu kesehatan warga sekitar. Profesor Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, menjelaskan dampak paparan asap terhadap sistem pernapasan. Ia menekankan bahwa warga yang terpapar asap selama lebih dari 24 jam rentan mengalami gangguan pernapasan.

Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak lebih mudah terkena dampak negatif. Asap mengandung partikel halus yang bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan iritasi. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah mitigasi yang dianjurkan. Namun, efektivitas masker tergantung pada jenis dan kualitasnya.

Selain itu, Profesor Tjandra menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kondisi kesehatan warga. Ia menyarankan pemerintah dan organisasi kesehatan meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan sejak dini. Langkah-langkah ini diharapkan bisa meminimalkan risiko kesehatan akibat asap karhutla.