Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa berkekuatan 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerugian mencapai Rp2,2 triliun dan meninggalkan 83 korban jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah mempercepat penanganan darurat. Di sisi lain, Gibran Rakabuming mengupayakan pemberian masa tenggang pembayaran kredit bagi masyarakat terdampak agar tidak terbebani selama masa bencana.

Dana Kemanusiaan Kompas juga mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih bertahan di pengungsian. Bantuan diberikan kepada warga di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Kerugian akibat gempa meliputi infrastruktur, rumah, dan kebutuhan dasar warga. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan sampai kepada yang paling membutuhkan.