Pemerintah mengirimkan 12.880 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Upaya ini dilakukan dalam rangka mengendalikan api yang mengancam hutan dan lingkungan sekitarnya. Kebakaran hutan terjadi di beberapa titik di wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan luas dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Personel yang dikerahkan terdiri dari kombinasi petugas kebakaran, militer, dan organisasi masyarakat. Mereka ditempatkan di berbagai titik rawan untuk memadamkan api secepat mungkin. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran hutan.
Kebakaran hutan terjadi akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Pemerintah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi lingkungan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.












