Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan pada Sabtu (22/8/2026) untuk memimpin langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia melakukan inspeksi langsung di lokasi terkait, meninjau kondisi dan mengarahkan langkah-langkah penanggulangan. Karhutla masih menggerogoti wilayah Kalimantan, dengan lebih dari 1.400 titik api yang belum berhasil dipadamkan. Sebagian besar api berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, menyebabkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara.

Malaysia menganggap masalah kabut asap lintas batas sebagai isu serius dan meminta ASEAN memperkuat mekanisme pencegahan. Dalam beberapa hari terakhir, 11 wilayah mencatat kualitas udara tidak sehat dengan indeks API Serian mencapai 190. DPR juga meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat respons terhadap krisis ini.

Kondisi di Kalimantan semakin memburuk, dengan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Upaya pemadaman masih berlangsung, tetapi tantangan terus menghadang. Pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya mengendalikan situasi, meski masih ada kekhawatiran akan dampak jangka panjang.